ACEH UTARA – Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman,S.Sos,. M.Sos yang akrab disapa Haji Uma, memberikan dukungan penuh terhadap rencana pengembangan seni budaya serta pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Kesenian Aceh (DKA) Kabupaten Aceh Utara.
Hal tersebut mengemuka dalam diskusi budaya yang berlangsung hangat di Kafe Tara, Landeng, Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa (13/10). Diskusi ini dihadiri langsung oleh Pemegang Mandat DKA Aceh Utara, Romi Pasla, S.A.P., beserta jajaran pengurus.
Dalam pertemuan tersebut, Romi memaparkan secara komprehensif peta kondisi serta dinamika perkembangan seni budaya di bumi Tanah Pasai, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi oleh para pekerja seni di wilayah Aceh Utara.

Romi mengakui, salah satu faktor pembatas bagi kemajuan seni daerah selama ini adalah masih minimnya ruang kolaborasi yang terbangun secara inklusif antara insan seni dan berbagai elemen masyarakat.
“Kami menyampaikan dinamika perjalanan seni budaya di Tanah Pasai kepada Haji Uma. Kami menyadari bahwa selama ini seniman masih kurang berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat. Karena itu, dengan bimbingan dan arahan dari tokoh seniman senior seperti Beliau, DKA Aceh Utara akan segera menggelar Musda untuk memilih Ketua Definisi DKA Aceh Utara,” ujar Romi Pasla.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, H. Sudirman (Haji Uma) menyambut positif komitmen DKA Aceh Utara. Sosok yang dikenal luas melalui karya-karya seni daerah ini menegaskan kriteria penting sosok pemimpin DKA ke depan.
“Orang yang memimpin DKA Aceh Utara haruslah sosok yang betul-betul berjiwa seni serta memahami manajemen kepemimpinan. Hal ini penting agar arah program DKA ke depan menjadi jelas. Saat ini banyak kesenian Aceh Utara yang terancam punah, maka DKA harus mampu mengangkat kembali tradisi dan seni budaya tersebut ke permukaan,” tegas Haji Uma.
Lebih lanjut, Haji Uma berpesan agar DKA Aceh Utara tidak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). DKA dituntut untuk bersikap inovatif dalam mengelola dan mematenkan karya seni daerah agar para seniman memiliki kepastian dan kesejahteraan dari hasil karyanya.

“DKA jangan semata-mata bergantung pada APBD. Organisasi ini harus bisa memelihara dan mengembangkan kesenian Aceh Utara ke arah yang lebih baik, termasuk mematenkan hak cipta karya seni daerah. Dengan begitu, para seniman lokal dapat hidup layak dari hasil karya mereka sendiri,” tambahnya.
Haji Uma juga menyatakan kesiapannya untuk memberikan saran, masukan, serta pengawalan agar pelaksanaan Musda DKA Aceh Utara dapat berjalan lancar demi kebangkitan seni di Tanah Pasai.
Atas perhatian serta arahan strategis yang diberikan, Pemegang Mandat DKA Aceh Utara menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam.
“Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Tgk. Haji Sudirman yang telah meluangkan waktu di tengah kesibukannya untuk berdiskusi, memberikan arahan bernas, serta mendukung penuh langkah-langkah pengurus DKA Aceh Utara,” pungkas Romi.(Alc)







