Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara saat ini tengah menyiapkan dokumen Detail Engineering Design (DED) serta menyusun master plan untuk pembangunan kawasan olahraga terpadu Pasee Sport Center. Proyek strategis berstandar modern ini berlokasi di Gampong Trieng, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara.
Pembangunan kawasan olahraga modern tersebut memanfaatkan lahan seluas 25 hektar yang berada di dalam kawasan tanah milik Pemkab Aceh Utara seluas 120 hektar. Lahan yang sebelumnya direncanakan untuk kawasan perkantoran tersebut kini difungsikan secara optimal sebagai pusat sarana olahraga terpadu yang telah masuk dalam grand design Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Aceh Utara.
Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, SE., MM., yang akrab disapa Ayah Wa, telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Senin (23/6/2025) guna memastikan kesiapan areal lahan secara matang. Peninjauan tersebut menjadi pendorong utama dimulainya penyusunan master plan dan DED agar proses perencanaan dapat berjalan selaras serta terpadu dengan tata ruang daerah maupun tata ruang Kota Lhoksukon.

Kepala Bidang Olahraga Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Kabupaten Aceh Utara, Zulfikar Z, S.Pd., M.T., mengungkapkan bahwa proyek strategis ini membutuhkan total estimasi anggaran mencapai Rp350 miliar.
“Permohonan sudah kita ajukan beberapa kali ke Kemenpora. Jadi dalam hal ini Kemenpora sifatnya adalah merekomendasikan ke Kementerian PU, karena pihak yang menyelenggarakan pembangunan adalah Kementerian PU nantinya,” ujar Zulfikar, Rabu (14/10/2026).
Zulfikar menjelaskan, kawasan Pasee Sport Center dirancang sebagai fasilitas olahraga terpadu yang mencakup sarana indoor maupun outdoor, dilengkapi dengan taman serta kawasan hijau (green area) yang tetap berpijak pada nilai-nilai budaya lokal. Berdasarkan visual perencanaan, kawasan tersebut juga akan dilengkapi dengan area plaza utama serta stadion utama yang diperkirakan menyedot anggaran pembangunan sebesar Rp150 miliar.

Untuk mendukung tahap awal pematangan lahan, Pemkab Aceh Utara juga menjalin komunikasi yang erat dengan sejumlah BUMN yang beroperasi di wilayah Aceh Utara—seperti PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), PT Perta Arun Gas (PAG), PT PGE, dan PT Pema—guna berpartisipasi aktif dalam proses penimbunan lokasi.
Pembangunan komplek olahraga modern ini disiapkan secara khusus untuk mendukung pencalonan Kabupaten Aceh Utara sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Aceh (PORA) pada tahun 2030 mendatang, yang usulannya telah disampaikan secara resmi kepada KONI Aceh.
“Jika Pasee Sport Center ini terbangun, tentu tidak hanya meningkatkan prestasi olahraga, tetapi juga dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar serta membangkitkan industri olahraga di Aceh Utara,” pungkas Zulfikar.(Alc)






