ACEH UTARA — Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Utara kembali menggebrak dunia pendidikan keagamaan dengan menggelar Perlombaan Muhadharah dan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Santri Dayah Tahun 2026. Ajang ini diselenggarakan untuk mengasah serta mengembangkan kemampuan santri dalam berpidato, berdakwah, dan menyampaikan pesan-pesan moral keislaman di tengah masyarakat.
Berdasarkan informasi dari panitia pelaksana, tahap seleksi awal dilangsungkan secara daring (online) pada 12 hingga 17 Oktober 2026. Dalam babak penyisihan ini, setiap peserta diwajibkan mengirimkan video pidato berdurasi maksimal lima menit sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Dari ratusan peserta yang mendaftar, nantinya akan disaring sebanyak 20 peserta terbaik untuk melaju ke babak final. Puncak acara penentuan juara dijadwalkan berlangsung secara luring pada 20 Oktober 2026 bertempat di Kantor Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Utara.
Kompetisi bergengsi ini terbuka secara khusus bagi para santri yang aktif terdaftar di lingkungan dayah di bawah naungan Dinas Pendidikan Dayah Aceh Utara. Panitia membagi peserta ke dalam dua kategori usia, yaitu kategori usia 12–15 tahun dan kategori usia 16–22 tahun.
Guna mengarahkan substansi dakwah agar tetap aktual dan kontekstual, panitia menyediakan enam pilihan tema menarik, di antaranya:
- Peran santri dalam menjaga persatuan bangsa
- Strategi menangkal radikalisme dan bahaya narkoba
- Menjaga kemurnian akidah di tengah gempuran era digital
- Gerakan melawan hoaks dan ujaran kebencian di media sosial
- Upaya nyata mewujudkan Aceh Utara yang bangkit dan bermartabat
Bagi santri yang ingin mendaftar atau memantau perkembangan informasi lebih lanjut, panitia menyediakan akses pendaftaran secara daring melalui laman Situs Resmi Pendaftaran MQK. Selain itu, layanan informasi helpdesk juga dibuka melalui pesan WhatsApp panitia di nomor 0853-6091-7237.
Melalui penyelenggaraan perlombaan ini, para santri diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan berbicara di depan umum (public speaking), tetapi juga semakin memperkuat peran strategis mereka sebagai agen perubahan dalam dakwah dan kehidupan sosial bermasyarakat.(Alc)







