ACEH UTARA — Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., yang akrab disapa Ayahwa, menunjukkan kepedulian tinggi dengan meninjau langsung dampak abrasi pantai di Gampong Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon, Rabu (21/10/2026). Di tengah agenda peninjauan wilayah pesisir tersebut, Bupati juga bergerak cepat merespons keluhan warga kurang mampu terkait kondisi tempat tinggal mereka.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Ayahwa mengeksplorasi titik-titik pengikisan garis pantai yang kian mengancam permukiman penduduk. Berdasarkan data penanganan abrasi per November 2025, sedikitnya 38 rumah warga setempat telah lenyap tergerus ombak. Ancaman ini juga membuat 214 kepala keluarga (KK)—dari total 475 KK di gampong tersebut—berada dalam status rawan dan terdampak langsung.

“Penanganan abrasi kawasan pesisir ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, baik dari sisi perlindungan garis pantai maupun penanganan sosial bagi warga yang kehilangan tempat tinggal,” ujar Ayahwa di sela-sela peninjauan.
Usai meninjau lokasi abrasi, Bupati menyempatkan diri menyapa warga di Gampong Matang Panyang, Kecamatan Seunuddon. Suasana haru sempat tersaji ketika seorang anak warga setempat menghampiri Bupati untuk mengadukan kondisi hunian keluarganya yang memprihatinkan.
Anak tersebut menyampaikan bahwa rumah yang ditempatinya berada dalam kondisi rusak berat, berlantai tanah, dan beratap bocor. Tak hanya itu, keluarganya juga tengah menghadapi kesulitan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Mendengar aspirasi dan jeritan hati warganya, Ayahwa tanpa ragu langsung berkoordinasi dengan anggota DPRK Aceh Utara, Abdullah M. Amin (Tgk. Meulaboh). Ia menginstruksikan agar bantuan perbaikan rumah segera diproses agar keluarga tersebut mendapatkan hunian yang layak dan aman.
“Kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari penanganan dampak bencana alam seperti abrasi hingga pemenuhan rumah layak huni dan pangan, merupakan prioritas yang harus ditangani secara beriringan bersama pihak terkait,” pungkasnya.(Alc)







