ACEH UTARA — Rangkaian seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara akhirnya memasuki babak akhir. Sebanyak delapan pejabat menjalani ujian penentu berupa presentasi makalah dan wawancara pada Rabu (7/10/2026). Sesi ini resmi menutup proses seleksi marathon yang telah berlangsung selama tiga hari.
Delapan nama yang berlaga di hari terakhir ini adalah:
-
Nurzahri, SKM., M.K.M.
-
Safaruddin, ST., MT.
-
Samsul Bahri, SKM., M.K.M.
-
Samsul Rizal, ST., M.Si.
-
Sapriadi IA, ST., MT.
-
Cut Zullinda, A.P., S.Sos., M.Si.
-
Zulfikar Z, S.Pd., MT.
-
Zulkifli, S.Si., M.Kes.
Dengan selesainya sesi ini, total 32 peserta yang lolos ke babak perempat besar telah tuntas memaparkan ide dan mempertahankan argumen di hadapan Panitia Seleksi (Pansel).
Ekspektasi Publik: “Ingin Aceh Utara Bangkit? Bersihkan Internal Dahulu!”
Seleksi JPT Pratama kali ini menyedot perhatian luas masyarakat. Publik Aceh Utara menaruh harapan besar pada kepemimpinan Bupati Ismail A Jalil (Ayah Wa) dan jajarannya. Di mata masyarakat, momentum seleksi ini bukan sekadar panggung unjuk gigi para birokrat atau ajang “bagi-bagi kursi”, melainkan ujian komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan tata kelola yang bersih (Clean Government).
Sejumlah elemen masyarakat menegaskan bahwa kunci utama agar Aceh Utara bisa benar-benar bangkit dan melompat maju terletak pada pembenahan dari dalam. Pemimpin instansi yang terpilih harus sosok yang bersih dari rekam jejak kelam, berintegritas tinggi, serta bebas dari praktik nepotisme maupun transaksi jabatan.
“Jika ingin Aceh Utara bangkit, syarat mutlaknya adalah Pemerintah Harus Bersih Dari Dalam (Clean Government). Pansel harus berani menyeleksi figur yang benar-benar kompeten, bukan sekadar mengganti pejabat lama dengan pola kerja yang sama,” tegas pandangan yang berkembang di tengah publik.
Tiga Hari Ujian Marathon 32 Pejabat
Rangkaian seleksi akhir ini telah dibuka sejak Senin (5/10/2026) oleh Sekretaris Daerah Aceh Utara, Dayan Albar, S.Sos., M.A.P., selaku Ketua Pansel JPT Pratama mewakili Bupati Ismail A Jalil, serta didampingi Kepala BKPSDM Aceh Utara Saifuddin, S.STP., M.S.P.
-
Hari Pertama (Senin, 5/10): Diikuti 10 peserta (Faisal Mulyawan, Armia, Ns. Mulyadi, Siti Aisah Br Ginting, Doni Prabudi, Abdurrahman, Heri Maulana, Fauzi Saputra, Hamdani, dan Hanifza Putra).
-
Hari Kedua (Selasa, 6/10): Diikuti 14 peserta (Fatwa Maulana, Imran, Ismalinda Pase, Joni, M. Dahlan, M. Yunus, Mahsuri, Ners. Mahzar, Mansur, Mirza Gunawan, Muhammad Saleh, Muhammad Taufieq, Baharuddin, dan Nawafil Mahyudha).
-
Hari Ketiga (Rabu, 7/10): Ditutup oleh 8 peserta terakhir.
Pansel sendiri terdiri dari kombinasi lintas unsur (pemerintahan, akademisi, dan profesional) mulai dari Dayan Albar, A. Haris, Dr. Husnan, Prof. Dr. Jamaluddin, Dr. Ir. Rizal Syahyadi, Ir. Lilis Indriansyah, hingga drg. Nurhaida.
Menunggu Ketegasan Pansel
Kini, bola panas berada di tangan Panitia Seleksi. Mampukah Pansel dan jajaran kepemimpinan Ayah Wa membuktikan komitmen transparansi serta akuntabilitas dalam menggodok nama-nama terbaik?
Masyarakat kini menunggu hasil akhir dengan satu pesan tebal: Pejabat yang terpilih nanti harus siap bekerja keras, bersih, dan berani melakukan terobosan nyata demi pelayanan publik yang berkualitas. Ujung dari seleksi ini adalah masa depan birokrasi Aceh Utara itu sendiri.(Alc)






